Saturday, 6 January 2018

Jersey Baru Bengkuring FC; Makna dari Logo Kepiting dan Slogan Teminum

KEMARIN. Kehebatan Bengkuring FC, keseblasan yang berasal dari kampung halamanku itu terus menjadi jembatan penghubung silaturahmi antar sesama pemuda Bengkuring.

Skuad Bengkuring FC di laga pertama tahun 2018

Diawal 2017, atau pertengahan, aku lupa, pokoknya tahun 2017, para youngster Bengkuring yang hobi bermain sepakbola membentuk sebuah klub yang bergelar Bengkuring FC.

Berangkat dari keisengan belaka, klub yang bermarkas di Bengkuring, Sempaja Timur, Samarinda Utara itu menjelma menjadi patriot olahraga yang menakjubkan.

Sejak remaja, Bengkuringnish (baca juga sejarah Bengkuring) sudah sering bermain dan berlatih bersama di lapangan sepakbola yang berjuluk "Lapangan Milan". Namun sayang, lapangan tersebut sudah tak terurus lagi dan dipenuhi ular berbisa yang mematikan dari bermacam jenis (mitosnya).

Hobi tersebut ternyata membawa keinginan kami untuk berkembang ke arah yang lebih profesional. Tak heran beberapa waktu terakhir, Bengkuring FC kerap mengikuti kompetisi tarkam bergengsi untuk menambah jam terbang.

Oleh karena itu, untuk meingkatkan kehebatannya, tim yang dijuluki Teminum ini meluncurkan jersey perdana dan teranyar.

Lantas, apa makna yang tersirat di balik logo Kepiting dan slogan Teminum itu?


Logo Kepiting

Makna Kepiting pada logo jersey Bengkuring FC beda-beda tipis dengan cerita kepiting mistis dari Pulau Biawak, Indramayu, Jawa Barat.


Tampak depan jersey Bengkuring FC

Di mana, di pulau tersebut terdapat kepiting berukuran 30 cm dan jalannya sangat lamban. Kepiting ini dilarang ditangkap, apalagi dikonsumsi. Penduduk setempat percaya, jika bertemu dengan kepiting itu maka yang melihat akan mendapat rezeki.

Bisa disimpulkan bahwa, gambar Kepiting yang terdapat di jersey Bengkuring FC akan membawa rezeki, baik yang melihat maupun yang mengenakannya.


Sloga Teminum

Teminum adalah frasa super yang bisa membangkitkan semangat para punggawa Bengkuring FC. Emang sulit jelasinnya. Teminum tidak bisa dideskripsikan denga kasat mata. Teminum cuman bisa diketahui oleh pemuda asli Bengkuring atau orang yang akrab dengan pemuda Bengkuring.


Tampak belakang jersey Bengkuring FC

Ini lebih seperti ungkapan bijak yang dikatakan William Shakespeare:


"Cinta tidak akan tampak lewat mata, tetapi dengan pikiran. Kemudian sayap cinta akan membutakannya."

Teminum. Benar-benar kata mujarab untuk membakar semangat dalam berolahraga. Atau ingin penjelasan lebih rinci, simak video berikuti ini.



___

Pada akhirnya, Bengkuring FC hadir sebagai wadah pemuda di seantero Bengkuring untuk saling menyambung silaturahmi (baca juga: pemuda Bengkuring peduli korban banjir). Di mana ketika beranjak dewasa, waktu luang agak sulit dicari untuk berkumpul, tertawa, dan bercanda bersama. Forza Bengkuring FC! BW

Monday, 1 January 2018

Apa Saja yang Terjadi di Kota Samarinda Selama 2017?

KEMARIN. Tidak lengkap rasanya jika di awal tahun ini Bengkuring Weekly (BW) tidak menguraikan momen berharga Kota Samarinda sepanjang 2017.

Pada kesempatan yang baik ini, aku ingin mengingatkan kembali capaian yang ditempuh Kota Tepian (julukan Samarinda) selama kurang lebih satu tahun.

Mau setuju atau atau tidak, inilah Kaleidoskop Kota Samarinda 2017, versi Bengkuring Weekly.

Desain ciamik Jembatan Mahkota II. Source: kaltim.prokal.co

___

Bea Cukai Samarinda Musnahkan Ribuan Batang Rokok

Pada pertengahan 2017, Bea Cukai Samarinda berhasil mengamankan serbuan barang ilegal di Kaltim. Barang ilegal itu didominasi 4,5 juta batang rokok dan 780 botol minuman keras.

Barang-barang ilegal hasil temuan Bea Cukai Samarinda. Foto: dokumentasi pribadi

Selain itu, Bea Cukai Samarinda juga membumihanguskan barang ilegal lain, yakni obat-obatan, suplemen, alat bantu seks, handphone, dan obat kecantikan.

Mengutip informasi dasar mengenai barang sitaan ilegal ini, kebanyakan barang ilegal tersebut berasal dari Tiongkok.


Botol Miras Berbagai Merk Dilindas Alat Berat

Berikutnya kabar dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Samarinda yang berhasil menyita 2.030 botol/kaleng miras berbagai merk.

Kepala Satpol PP Samarinda, AKBP Ruskan saat menunjukkan botol-botol miras yang bakal dihancurkan. Foto: dokumentasi pribadi.

Sebagai upaya menciptakan situasi yang kondusif di Samarinda, pihak Satpol PP, Selasa (19/12/2017), menghancurkan barang haram tersebut dengan melindasnya menggunakan alat berat berupa buldozer.

Terbayang nggak, berapa kerugian yang diterima para pedagang miras tersebut. Tapi nggak urus sih. Selama hal itu bisa menjauhkan generasi muda Kota Tepian dari perilaku negatif setelah meneguk air hina tersebut. Standing applause buat Pemkot Samarinda.


Jembatan Mahkota Achmad Amins


Belum lama ini, Wali Kota Samarinda Syahire Jaang menyematkan nama pendahulunya yakni Achmad Amins (Wali Kota Samarinda ke-8 periode 2000-2005 dan 2005-2010) pada Jembatan Mahkota II.

Fokus ke jembatannya ya!

Itu diakrenakan almarhaum H Achmad Amins adalah penggagas dibangunnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sambutan dan Palaran tersebut.

Meski pengerjaan jembatan itu sendiri memakan waktu 14 tahun (2003-2017), at least, warga Kota Tepian tak perlu lagi khawatir mencari jalur alternatif saat Jembatan Mahakam dilanda kemacetan.


PHRI Kaltim Melarang LGBT Buat Pesta Akhir Tahun


Menjelang akhir tahun kemarin, dengan tegasnya Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim mengeluarkan pernyataan:

Melarang seluruh hotel di Samarinda, mengakomodir atau memberi izin kepada kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk menggelar pesta tahun baru.

Source: abcnews.go.com

Ini dilakukan karena sebelumnya terendus kabar undangan melalui media sosial bahwa LGBT ingin merayakan kemenangannya.
___

Yap, itulah tadi beberapa catatan Kota Samarinda di tahun 2017. Harapannya, di tahun 2018 Bengkuringnish (pembaca Bengkuring Weekly) bisa bersama-sama menjaga kota kita tercinta ini menjadi lebih baik lagi.

Bukan maksud hati ingin menggurui, alangkah baiknya jika perbuatan tersebut dimulai dari diri kita sendiri. BW

Sunday, 24 December 2017

(Menonton Film) Thor: Ragnarock; Tetap Keren dengan Rambut Cepak

KEMARIN. Pasca menutup Bengkuring Bakery Street, aku mulai berpikir, apa yang harus dilakukan untuk memperlancar keahlian menulis.

Coba ingat-ingat, ternyata ada ruang di blog ini yang sudah lama tidak diisi. Yap, rubrik Menonton Film.

Selama menganggur, aku hampir tak pernah menginjakkan kaki di bioskop. Begitu bekerja, situasinya juga sama. Kesulitan mencari waktu untuk bisa pergi menonton.

Bahkan saking asyiknya dengan pekerjaan, setiap kali mandi aku selalu lupa untuk menggosok leher. Alhasil daki menumpuk dan baru sadar ketika mengenakan pakaian putih. Nampak jelas garis lurus berwarna kuning disertai serpihan hitam menempel di bagian kerah baju.

Anyway, malam ini tanganku sudah gatal ingin sekali menulis tentang film. Meski menontonnya sudah dua bulan yang lalu, aku sangat senang bisa berbagi dengan Bengkuringnish gimana serunya cerita film Thor: Ragnarock.

(Source: 411posters.com)

___

Bohong jika ada yang bilang tidak suka dengan film garapan Marvel Cinematic Universe (MCU). Dari semua film yang dihasilkannya, Thor: Ragnarock (25/10/2017) menghadirkan udara segar dalam bentuk action-comedy.

Jujur, aku terpukau dengan lead film ini. Taika Waititi sang sutradara mengemasnya dengan matang sehingga penonton langsung mengerti inti cerita. Terasa ringan dan mudah dipahami.

Dimulai dengan narasi Thor (Chris Hemsworth) saat diikat dengan rantai dan terkurung dalam sangkar besi. Kemudian pertarungan melawan Surtur (monster penghasil kiamat versi Asgard) yang bukannya mengakhiri cerita, tapi membawa karakter utama pada kemenangan palsu. Membuatku ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya.

Sadar atau tidak, film ini menghadirkan twist cihuyyy di setiap adegan. Paling mencolok, ketika seorang Pria Tua (Stan Lee) datang membawa alat cukur yang persis senjata penyiksa khas teroris memangkas rambut Thor.

(Source: comicbook.com)

Padahal dalam trailer-nya, pihak MCU sudah membocorkan gimana penampilan Thor dalam film ini. Siapa sangka rambut cepak super-keren Thor dihasilkan dengan cara seperti itu.

Film ini juga ingin menunjukkan keintiman Thor dan Loki (Tom Hidlleston) sebagai saudara. Aku terpingkal saat melihat adegan "Get Help!" yang mereka lakukan untuk menjatuhkan lawan. Tingkat ke-akur-an yang on-off jadi senjata andalan mereka berdua.


Di sisi lain, Thor: Ragnarock terkesan mengeksploitasi hubungan tidak mesra antara Hulk dan Si Dewa Petir.

As you know, awal mula perseteruan itu hadir sebelumnya pada film The Avengers (2012). Mungkin saja, para penulis naskah yakni Eric Pearson, Craig Kyle, dan Christopher Yost ingin menyuguhkan kelemahan Thor walau sudah berubah menjadi God of Thunder pasca kehilangan Mjolnir, palunya yang sakti mandraguna.

Yang menarik adalah aksi Cate Blanchett yang memerankan, Hela, The Goddess of Death, Supervillain dalam film ini. Meski terkesan "B" aja, Thor mendapat kesulitan saat berhadapan dengannya. Terlebih, dialah satu-satunya orang yang sukses menghancurkan palu milik Thor tersebut.

Pada akhirnya, jalan cerita penuh teka-teki dalam film ini membawa penonton pada hasil akhir yang mudah ditebak. Surtur yang memanggul Ragnarock kembali muncul dengan misi utama membumihanguskan Planet Asgard.

Surtur sang Raksasa Api.

Bagaimanapun, film ini mengundang pertanyaan besar yang masih belum bisa dijawab oleh otakku yang kecil.

1. Bagaiamana kondisi bumi saat Thor berusaha menyelamatkan Asgard?
 2. Apakah Hela mati di tangan Surtur? 

Overall, menonton Thor: Ragnarock menjadi pengalaman baru yang unik. Lantaran menghadirkan sisi baru dari karakter utama. Sama halnya dengan film MCU lainnya, Spiderman: Homecoming.

Kendati tak memiliki kapasitas yang mumpuni, aku punya sebuah asumsi, bahwa Thor: Ragnarock hadir sebagai bahan evaluasi pihak MCU setelah film Gaurdians of Galaxy Vol: 2 membuat banyak kritikus film tersenyum lebar. BW

Tuesday, 19 December 2017

Akhir Bahagia Bersama BBS (Bengkuring Bakery Street Stories)

KEMARIN. Entah, apakah ini keputusan yang tepat atau tidak, ketika aku mulai berpikir untuk menutup Bengkuring Bakery Street (BBS). 

Hal ini memang harus dilakukan mengingat beberapa waktu terakhir aku dan Puput disibukkan dengan pekerjaan baru.

Sekarang, Puput bekerja di salah satu hotel berbintang empat di Samarinda sebagai "pembuat wadai". Sedangkan aku, menjadi reporter radio yang gawiannya saban hari luntang-lantung ke sana-ke mari.

Meski demikian, selama bekerja, kami sudah sepakat untuk mengaplikasikan pengalaman yang diraih untuk kembali memulai sebuah usaha kuliner.

Artinya, hal serupa BBS bakal hadir dengan konsep yang lebih fresh, menyeimbangkan dengan kehidupan kidz era now.

Alasan lainnya adalah, kami benar-benar ingin membuat sebuah perusahaan start-up yang mumpuni bin cihuyyy. Jika bisa, tidak pernah dilakukan seorang pun di muka bumi ini.

Oleh karenanya, secara resmi aku menyetop Bengkuring Bakery Street.

Bon Voyage Mes Amis!



Segala kenangan indah antara BBS dan Bengkuringnish aku rangkum dalam tulisan ini. Terimakasih sudah menjadi pelanggan setia BBS. Untuk yang sudah pernah nyobain gimana manisnya Jar Cake Pakis, it's our pleasure to ever deserve you guys.

...

18 September 2015, BBS lahir

BBS buka pertama kali dengan sistem online dan pre-order.

Tak disangka, BBS digemari dan menjuluki penggemarnya dengan sebutan Bengkuringnish

Ratusan Bengkuringnish mengabadikan momennya bersama Jar Cake Pakis dan menu lainnya.

Gerai pertama BBS dibuka di Bengkuring

Beralamat di Bengkuring, Jalan Pakis Hijau 1, Blok D. Banyak kenangan indah tertumpuk di sana 😢

11 Maret 2016, event pertama BBS di Karnaval 3


BBS's Squad bersama jajaran Aghatizcakefood.


2 April 2016, setiap Minggu pagi, BBS rutin meramaikan wisata belanja (Wisbel) di Stadion Madya Sempaja

Cup Cake lutju dan murah menjadi andalan BBS di Wisbel.

Pada Mei 2016, BBS resmi mendaftar di Go-Jek Indonesia

Kesayangan.

19 Mei 2017, Event kedua BBS. Tanpa sengaja aku melupakan nama acaranya. Bertempat di areal Parkir GOR Segiri


Uuu tayangggg ~
 
Selama sebulan penuh di tahun 2017, BBS menemani Bengkuringnish di Pasar Ramadhan GOR Segiri




Cookies Bengkuring dan Risol Mayo jadi andalan BBS di Pasar Ramadhan



 
...

Di sisi lain, aku ingin sekali BBS bisa bertahan dan melayani warga Kota Tepian yang sedang lapar. Katakanlah jika Bengkuring Bakery Street masih ada, mungkin saat ini aku tengah sibuk membantu Puput membeli bahan-bahan kue. Bukannya meratapi kepergian my beloved Bengkuring Bakery Street. BW

[]

Setuju nggak, kalau Bengkuring Bakery Street mengganti nama menjadi Bengkuring Weekly? Berikan pendapat kalian di kolom komentar ya!

Sunday, 10 December 2017

"Food List" Pengusir Lemak; Solusi Masalah Perut Buncit

KEMARIN. Memulai hari dengan mendengar komentar orang-orang tentang perutku yang buncit, membuatku sedikit risih. Banyak yang bilang kalau perut buncit menunjukkan sehat atau tidaknya seseorang.

Namun, satu yang aku tahu, kalau perut buncit = Seksi.

Saat melihat Justin Bieber menunjukkan perut sixpack-nya dalam sebuah konser, sekejap aku terdiam. Jauh di relung hati, aku berkata: I want that body so bad! Entah bagaimanapun caranya.

So, arti seksi yang selama ini aku interpretasi tergantikan dengan kemolekan perut Justin Bieber.

Untuk itu, here it is, food list yang berfungsi membasmi lemak versi Bengkuring Weekly:

1. Makan dua telur saat pagi hari

Aku masih melakukan hal ini sampai sekarang. Setiap ba'da Subuh, aku selalu minta Mamak memasakkan air panas untuk mandi. Mamak pasti menyelipkan dua telur ayam di dalam cereknya. Sesaat setelah mandi, aku melahap telur-telur rebus tersebut.

Telur memiliki penyeimbang dan pengontrol lemak tubuh. (Source: beritahati.com)

Ide ini mencuat saat menyadari bahwa telur ayam memiliki protein yang tinggi dan bisa mengurangi lingkar perut hingga 34%. Pantas dicoba, iya nggak?

2. Tambahkan sambal dalam setiap makananmu!

Sebenarnya cabai tidak termasuk dalam daftar makanan favoritku. Karena dipaksa oleh keadaan dan ukuran perut yang merusak performa dalam beraktivitas, aku mulai mengkonsumsi cabai.

Sulit dilukiskan, sambal yang berbahan cabai sudah menjadi masakan pelengkap favorit orang Indonesia. (Source: trivia.id)

Itu dikarenakan cabai mengandung capsaicin, senyawa yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan konsumsi kalori. Senyawa itu juga bisa membakar lemak di perut. Tidak heran sebagian besar orang yang ketagihan rasa pedas memiliki tubuh ceking.

3. Biasakan minum air lemon setiap bangun tidur dan setelah makan

Air putih dan lemon adalah kombinasi terbaik untuk melancarkan pencernaan. Aku yakin, perut rata dan sedikit bergelombang ala Justin Bieber bisa diraih dengan mudah jika sering minum air lemon.

It's work, it's relly work. (Source: vebma.com)

Itulah impianku (dan semua orang buncit): Pencernaan lancar, bisa langsung BAB ketika bangun tidur. Oleh karenanya, aku memilih air lemon dalam kesempatan bersantap.

...

Memang tidak mudah mengecilkan perut buncit. Dibutuhkan kedisiplinan yang intensif untuk melakukan hal tersebut. Meski semua yang diutarakan di atas not work to me, yet. Semoga saja tips yang dibagi Bengkuring Weekly bermanfaat bagi Bengkuringnish (pembaca Bengkuring Weekly). BW

[]

Pertanyaannya sekarang, Bengkuringnish mau coba yang mana dalam menu dietnya? Sabi kali, berbagi makanan sehat yang kalian konsumsi di kolom komentar 😆

Tuesday, 5 December 2017

(Membaca Buku) Diary of Wimpy Kid Series; Obat Alergi Membaca Buku

KEMARIN. Hollaaa... Long time no see Bengkuringnish!!! Mohon maaf kalau blog ini jarang diisi dengan konten-konten seru khas warga Bengkuring. 😁

Soalnya beberapa waktu terakhir aku disibukkan dengan pekerjaan baru. Alhamdulillah gegara setiap goresan pena di blog yang acakadut ini sekarang aku bisa bekerja sebagai reporter di salah satu radio ternama di Kota Samarinda.

Nanti deh aku ceritain gimana serunya menjadi reporter radio ✊

Tenang, tulisan tentang Bengkuring Bakery Street juga bakal di-update kembali kok.

So, check this story out...

...

Berawal dari Asyifa, keponakanku berumur dua tahun.

Ada perasaan jengkel bercampur kesal saat melihatnya menonton bocah Korea mendendangkan lagu keluarga ikan hiu.

Saking seringnya dia memutar video berdurasi singkat tersebut, kicauan baby shark doo-doo-doo menancap dan mengaung hebat di otakku. Sampai-sampai ketika ingin memejamkan mata, bukannya berdoa, aku malah menyanyikan lagu sialan itu dengan nada pelan. Hingga aku sadar, hal ini tidak bisa dibiarkan lebih jauh.

Sejak seminggu yang lalu, saat Syifa merengek minta dipinjami gadget, lebih dulu aku mencarikan video yang memiliki nilai edukasi.

Alhamdulillah kebiasaan berjoget ala Nicky Minaj kena epilepsi telah lenyap. Tergantikan dengan sekumpulan anak kecil menyerukan huruf-huruf hijayah. Good bye keluarga ikan hiu yang sudah kakek-nenek masih saja doyan berburu.

Apa yang dilakukan Syifa membuatku mempertanyakan kembali fungsi sebuah perangkat teknologi. Apakah pantas balita berumur dua tahun sudah diberi keluasan memainkan telepon pintar itu.

Bill Gates saja membatasi usia anak untuk bermain gadget. Orang terkaya versi majalah Forbes itu menegaskan, anak-anak boleh memainkan ponsel pintar ketika umurnya mencapai 14 tahun.

Kali ini aku tidak ingin membahas serangkaian pendapat Bill Gates atau sahabat karib yang dikhianatinya tentang perkembangan teknologi. Aku yakin sudah banyak pakar telematika sekelas Roy Suryo yang sudah membahas tetek-bengek permasalahan itu.

Sebenarnya, aku ingin mengingatkan kembali kepada kawula muda betapa asyiknya mencari informasi dengan cara yang old school. Satu di antaranya adalah membaca buku.

Namun kalau boleh jujur, awalnya aku adalah anak yang alergi dengan buku. Apalagi yang tidak ada gambarnya. Melihatnya saja membuat perutku berontak, mual dan ingin muntah.

Sampai pada ketika aku menemukan buku berjudul Diary si Bocah Tengil.
Adalah adik perempuanku, Puput yang telah berjasa mengenalkan aku pada Greg Heffley, karakter utama dalam cerita di buku itu.

Sebuah buku yang menjadi obat bagi orang-orang yang alergi membaca.

Aku sempat melihatnya ketawa ce-kiki-kan sambil memegang buku bersampul merah tersebut. Aku penasaran. Selucu apasih cerita di dalamnya sampai-sampai dia bolak-balik ke WC karena tak kuasa menahan pipis.

Diusut perasaan gengsi, aku tidak ingin bertanya. Tapi ketika dia tertidur pulas, dengan perlahan aku mengambil buku yang dipeluknya.

Aku bergegas masuk kamar dan mematikan lampu. Bermodalkan cahaya dari ponsel, aku membaca buku itu dan membalik halaman demi halaman. Aku tertawa keras karena tak tahan dengan kelucuan Greg Heffley yang memiliki sifat egois dan memiliki harapan aneh. Menjalani hidup tanpa harus melewati masa remaja.

"Siapa sih yang nulis," erangku sambil melihat sampulnya. Terpampang jelas nama Jeff Kinney di situ.

Singkat cerita, novel bergambar karangan Jeff Kinney itu terlanjur sukses membuatku menjadi kutu buku (yang kelasnya masih amatir). Sudah ratusan kali aku membaca ulang buku tersebut. Bahkan hingga sekarang aku punya kebiasaan menyisihkan uang, menabung dalam sebulan untuk bisa membeli buku. Yap, buku apa saja. Cerita apa saja.

Saat ini, dengan kondisi dompet yang terkena imbas badai defisit, aku sudah mengoleksi tujuh buku terjemahan yang berjudul asli Diary of A Wimpy Kid itu. Selanjutnya, aku mulai tertarik membaca kisah-kisah misteri seperti Sherlock Holmes atau tulisan yang bikin pusing ala Agatha Christie.

Tetap bangga menjadi seorang Kutu Buku.

Aku terus berpikir bagaiamana caranya berterima kasih dengan Jeff Kinney yang telah melepaskan aku dari belenggu buta askara.

Hingga suatu saat, ketika masih mengenakan almameter Universitas Mulawarman (ehmmm, bukan secara harafiah), aku duduk di Taman Bambu (wadah di mana para mahasiswa bisa duduk sambil melamun), suara-suara di kepalaku berkata: "Kenapa kada ikam coba aja teliti Diary si Bocah Tengil."

Kemudian suara itu lenyap beriringan dengan ide yang bertajuk Analisis Wacana Terhadap Remaja Dalam Novel Diary of A Wimpy Kid Karangan Jeff Kinney.

Singkat cerita, aku diberi kesempatan untuk meneliti novel bergambar Diary si Bocah Tengil.


Berbagai macam alasan kenapa aku harus meneliti buku itu: (1) Diary si Bocah Tengil membawa efek ketagihan membaca, setidaknya untuk diriku sendiri. Atau mungkin kalau kalian ingin sedikit informasi: Jeff Kinney, penulis buku itu mendapat kehormatan menjadi 100 Orang Berpengaruh di Dunia versi Majalah Times. (2) Efek dari buku tersebut, aku mulai mengumpulkan uang agar bisa membeli buku, setidaknya satu buku dalam satu bulan. (3) To be honest with you, waktu itu aku adalah mahasiswa dengan dua digit angka semester, jadi mau tidak mau harus segera mengerjakan skripsi.

... 

Sekarang, rak buku yang dibelikan Mamak menjadi berguna. Mulai seri Sherlock Holmes sampai kisah-kisah kompleks khas remaja ciptaan John Green tersusun tidak rapi di dalamnya.

Namun, skripsi yang dibuat sepanjang periode tahun 2014-2015, berisi 121 halaman itu menjadi penghias rak buku usangku. Berdebu dan jarang disentuh.

Setidaknya, kebiasaan membaca dan menulis masih berlanjut. Kemungkinan bakal berhenti saat aku masuk di peristirahatan terakhir.

Entah mengapa, aku punya impian, jika memiliki anak nanti, takkan kubiarkan mereka (rencana pengin lebih dari satu) menggenggam satu smartphone buatan negara mana pun.

Tapi, akan kuberikan sebuah buku bacaan terbaik. Meski buku itu berjudul "Menguak Pikiran Orang-Orang Apatis" sekalipun. BW

[]

Masih nyari apa hubungannya tulisan ini dengan gadget dan baby shark do-do-do? Sama, aku juga bingung. Bonus Track 👴

Monday, 29 May 2017

Panorama Rupawan (Dimuat Cerpenmu.com: Jum'at, 31 Maret 2017)

Pada hakikatnya, kehidupan hanya perjalanan menuju kematian (Source: curiator.com)

KEMARIN. Pada teorinya, aku ingin menulis sepanjang hari. Namun jalan buntu menghadang di hadapan saat mulai berjalan dari arah manapun. Hingga pada akhirnya, ketika asyik blog-walking, aku tercerahkan oleh postingan cihuyyy Eka Kurniawan.

Boleh jadi, cerpen Panorama Rupawan adalah adonan antara kisah yang didapat dari buku-buku yang aku baca, dan ada tersirat nafsu mencontek cerita-cerita yang ada di dalamnya, tapi takut dituding sebagai plagiat. Hingga aku tahu bahwa proses kreatifitas itu sederhana.

Pertama, kita meniru

Meniru merupakan tahap awal kreatifitas. Itulah yang kulakukan. Aku menyunting banyak cerita ke dalam Panorama Rupawan. Mulai dari kisah haru di Chicken Soup sampai pada cerpen absurd Maggie Tiojakin, Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa.

Tahap Kedua: memodifikasi atau mengubah karya orang lain

Pada tahap ini, aku tak lagi meniru, tapi menambah atau mengurangi sesuatu secara sadar. Satu minggu kuhabiskan untuk menulis Panorama Rupawan. Semuanya melalui berbagai jenjang: mengambil ide pokok cerita orang lain, lalu mengembangkannya sendiri ke arah lain. Lantas, lahir sebuah karya.

[]

Jika memang benar tugas seorang penulis hanyalah membuat rujak seperti yang dikatakan Eka Kurniawan, maka saat disantap, cerpenku yang berjudul Panorama Rupawan akan selalu dikenang dan selalu diingat rasanya.

Melalui menulis, aku tidak ingin dianggap orang yang jumawa, apalagi congkak. Aku hanya merasa perlu untuk menulis. Tanpa harus meneriakkan yel-yel memuakkan dan tanpa harus membuktikan apapun, inilah cerpen Panorama Rupawan yang mungkin rasanya hambar karena kurang penyedap rasa.

"Romna memandang ke arah langit. Rentetan jarum-jarum emas itu terbias membaur bersama awan gelap, mengiluminasi langit kelam di atas kepalanya."

Source: walldevil.com

Selamat membaca! BW

Panorama Rupawan